2. keuntungan menggunakan linux server

1.
Linux merupakan sistem operasi FULL
32-bit.
Tak ada kode 16-bit atau campuran keduanya dalam setiap aplikasinya, sehingga
kemungkinan adanya crash antar aplikasi kecil sekali.
2.
Kebanyakan, mesin-mesin UNIX(TM) dan
varian-variannya mempunyai sifat preemptive multitasking.
Multitasking : menangani banyak proses secara bersamaan, dimana kesemua proses
tersebut tidak saling menghalangi / menghambat walaupun berjalan bersama-sama
pada saat yang sama.
3.
Multiuser.
Multiuser, yaitu lebih dari satu orang dapat : menggunakan program yang
sama/berbeda-beda dari satu mesin yang sama pada saat bersamaan di terminal
yang sama/berbeda.
4.
Multiconsole.
Dalam satu komputer, pengguna dapat melakukan login dengan nama user yang
sama/berbeda lebih dari satu kali, tanpa perlu menutup sesi sebelumnya.
Multiconsole tidak hanya diberlakukan untuk CLI (Command Line
Interface/Interpreter-antarmuka perintah baris), tetapi juga dapat diberlakukan
untuk GUI (Graphical User Interface – antarmuka berbasis grafis). Multiconsole
dapat diberlakukan di Linux, karena Linux merupakan Non-Dedicated Server, tidak
seperti Novell versi 4 ke bawah yang merupakan Dedicated Server. Pada
Non-Dedicated Server, bahkan user dapat bekerja sebagaimana halnya melalui
klien menggunakan komputer server selagi server bekerja melayani klien-klien
yang ada.
5.
Shell yang programmable.
Shell : program yang didesain untuk menerima perintah dari user dan
menjalankannya. Shell merupakan salah satu antarmuka dalam Linux yang bersifat
CLI (Command Line Interpreter/Interface).
6.
Linux juga memiliki antarmuka grafis
(GUI) sebagaimana UNIX(TM) System V modern lainnya.
Antarmuka grafisnya dinamakan X-Window System (bukan X-Windows) dengan pilihan
tampilan yang bervariasi (dinamis), misalnya fvwm, olvwm, twm, afterstep, kde,
enlightenment, windowmaker, gnome, mlvwm, dsb. Contoh-contoh tampilan antarmuka
grafis yang disebutkan di atas dapat dilihat di : http://www.PLiG.org/xwinman/
7.
Program – program maupun
aplikasi-aplikasi networking tersedia dalam SEMUA distribusi Linux (dalam CD
atau disket),
sehingga tak perlu mencari/membeli/mendownload aplikasi tambahan lagi. Metode
pengelolaan (administering) aplikasi – aplikasi tersebut juga tersedia dalam
antarmuka CLI maupun GUI. Anda akan teringat slogan “New Technology” milik MS
Windows NT dalam kaitannya dengan built – in networking dan multitasking,
walaupun pada kenyataannya, dalam UNIX(TM) ( dan sekarang Linux ), slogan “New
Technology” itu telah ada sejak lebih dari 15 tahun.
Logikanya
begini :
UNIX(TM) dipakai sebagai OS jaringan (mainframe) sejak lebih dari 15 tahun yang
lalu, dan sekarang melakukan ‘downsizing’ menuju ke versi PC-nya dengan
keluarnya Linux.
DOS
dipakai sebagai OS untuk PC (non jaringan) sejak lebih dari 15 tahun yang lalu,
dan sekarang melakukan ‘upsizing’ menuju ke versi NOS-nya dengan keluarnya MS
Windows.
Lebih
mudah mana, (bagi developer) antara downsizing dan upsizing ? Mana yang lebih
stabil pada akhirnya ?
1.
Tidak memerlukan perangkat keras yang
mahal. Misalkan :
Linux dapat berjalan pada komputer PC dengan konfigurasi MINIMAL sbb :
- Mikroprosesor 386 DX (intel, AMD, Cyrix, TI, Chips&Tech.)
- RAM 4 MB (tanpa GUI) dan 8 MB (dengan GUI)
- Spasi harddisk 85 MB
Untuk keperluan khusus, Linux dapat dijalankan hanya dengan satu/dua disket
saja, misalnya pada komputer-komputer harddiskless (tanpa harddisk) dan router
2.
Tidak perlu melakukan defragment.
Linux memakai sistem file ext2fs (Second Extended File System) yang mempunyai
keunggulan reduksi fragmentasi otomatis. Dengan memakai ext2fs, kinerja
baca/tulis (akses) dari/ke harddisk tetap terjaga.
3.
Dukungan akses 33 macam sistem file yang
berbeda.
Linux mampu mengakses sistem file FAT16, FAT32 (kepunyaan DOS), VFAT (Win),
HPFS (OS/2), Minix, UFS (Solaris), Xenix, SCO, Novell, dsb.
4.
Fleksibilitas dalam mount.
Mount : pemetaan partisi, file, direktori, atau alamat perangkat keras ke dalam
memori komputer. Untuk DOS/Windows, partisi biasanya akan dimount secara
otomatis bila ditemukan saat pertama kali booting, yaitu sebagai A:, B:, C:, D:,
E:….Z: (hanya sampai 26 drive saja). Linux biasanya melakukan mount partisi,
file, direktori, atau alamat perangkat keras sebagai file, sehingga lebih
fleksibel, karena tak dibatasi oleh jumlah.
5.
Sebagian besar aplikasi yang disertakan
dalam distribusi Linux punya lisensi GPL (GNU Public License), sehingga source
code juga disertakan dalam setiap distribusi tersebut.
Dengan adanya akses penuh kepada source code, Linux dapat dikembangkan dan
dimodifikasi secara bebas oleh pengguna menurut seleranya masing-masing, bahkan
memberi peluang bagi pengguna untuk sesegera mungkin menambal sendiri bug(s)
yang ada pada suatu aplikasi, jika ditemukan.
6.
Open System Portability.
Mula-mula UNIX(TM) hanya dapat dijalankan pada mini komputer DEC PDP-7, namun
dengan adanya Linux, porting (penulisan) aplikasi ke berbagai platform menjadi
lebih mudah, karena setiap platform sekarang telah mempunyai versi Linuxnya.
Linux dapat berjalan di atas : x86, DEC Alpha, Sun SPARC, PowerMac, PPC mk86,
dsb.
7.
Tersedia Emulator untuk menjalankan
aplikasi yang didesain (baca dicompile) untuk Sistem Operasi yang berbeda,
misalnya :
- DOSemu (DOS emulator) : untuk menjalankan aplikasi DOS.
- WINE (WINdows Emulator) : untuk menjalankan aplikasi Windows 16 bit dan
beberapa aplikasi Windows 32 bit.
- Executor : untuk menjalankan aplikasi Macintosh.
- iBCS : untuk menjalankan file executable FreeBSD, NetBSD, OpenBSD, SCO
UNIX(TM), dsb.
8.
Manajemen Log yang baik.
Setiap proses yang melibatkan kernel dan aplikasi-aplikasi daemon, biasanya
akan tercatat dalam file-file log tersendiri yang mudah dibaca, sehingga
memudahkan pelacakan kesalahan atau pelacakan aktivitas user. Aplikasi daemon
adalah aplikasi yang berfungsi untuk memberikan layanan tertentu dalam server
(mis : aplikasi daemon sendmail untuk melayani mailserver, dsb).
9.
Pertambahan Pengguna Linux yang pesat.
Linux adalah varian UNIX(TM) yang tercatat mempunyai perkembangan paling pesat
di seluruh dunia. Dibandingkan UNIX – UNIX lainnya, jumlah pengguna sebesar 7,5
juta orang dalam waktu 7 tahun tersebut cukup fantastis. Dengan semakin
bertambahnya pengguna, semakin mudah mendapatkan dukungan dan driver untuk
perangkat keras yang beragam. Site – site yang didedikasikan untuk menyebarkan
informasi mengenai Linux serta ajang diskusi tentang Linux juga semakin
bertambah jumlahnya.Untuk pengguna Linux di Indonesia, silakan kunjungi http://www.linux.web.id/
10. Remote Control.
Setiap pengguna Linux yang memanfaatkan port 23 dengan program Telnet dapat
mengendalikan komputer Linux dari jarak jauh, kapan pun, dari mana pun, seperti
seolah – olah sang pengguna berada di hadapannya secara langsung. Terminologi
ini menyebabkan adanya headless server, yaitu server yang hanya berupa CPU
saja, tanpa monitor, tanpa mouse, tanpa keyboard, bahkan mungkin tanpa disk
drive, tetapi memakai kartu ethernet. Bila sang admin mau memaintenance server,
tinggal login dari salah satu client yang mempunyai aplikasi Telnet.
Dengan demikian, biaya pengeluaran untuk pembelian server dapat ditekan, atau
dialihkan ke pembelian CPU yang lebih baik.
11. Rilis Patch yang cepat.
Setiap Sistem Operasi mempunyai bug, namun tak setiap perusahaan pembuat Sistem
Operasi segera tanggap dengan mengeluarkan patch untuk me’nambal’ kelemahan itu
dalam waktu yang singkat. Adakalanya mereka malahan menyertakannya dalam rilis
Sistem Operasi yang berversi lebih baru, sehingga mengharuskan pengguna untuk
membeli Sistem Operasi lagi. Ini berbeda dengan Linux, karena aplikasi-aplikasi
Linux dikembangkan dan dibuat oleh banyak programmer dari seluruh dunia, maka
rilis-rilis patch terbaru akan selalu tersedia untuk didownload dalam waktu
yang relatif singkat, bahkan pada umumnya TANPA biaya tambahan apa pun.
12. Sebagian besar aplikasi Linux mempunyai lisensi GPL (GNU Public
License). Dengan adanya lisensi GPL ini, pengguna tidak hanya secara bebas
memakai Linux ( baik untuk tujuan personal bahkan komersial sekalipun ),
mendistribusikan Linux, menyalin Linux, tetapi bahkan diperbolehkan untuk
memodifikasinya untuk didistribusikan lagi, atau dimodifikasi untuk keperluan
pengguna sesuai seleranya masing-masing, karena source code wajib disertakan
dalam penyalinan/pemasangan aplikasi Linux.
13. Meskipun sebagian besar aplikasi Linux berada di bawah lisensi GPL,
tetapi ada perusahaan yang memberikan dukungan komersial terhadap Linux,
seperti Caldera, Inc., RedHat, dan Suse, dengan maksud agar pengguna perangkat
lunak Linux komersial ini mendapatkan layanan purna jual yang wajar. Linux pada
dasarnya tak dapat terserang virus. Virus-virus DOS/Windows yang jumlahnya
ratusan ribu, tak satu pun dapat merusak Linux, karena cara penanganan yang
berbeda antara DOS/Windows dengan Linux terhadap suatu tugas/proses.
14. Linux mendukung hampir semua feature yang ada dalam UNIX(TM) komersial.
Bahkan dalam kenyataannya, ada fasilitas yang dapat ditemukan dalam Linux,
namun tidak dapat dijumpai dalam UNIX-UNIX komersial tersebut.
15. Pemakaian Virtual Memory.
Linux dapat memanfaatkan sebagian spasi harddisk untuk dipergunakan sebagai
swap space, sehingga membantu sistem operasi untuk menjalankan
aplikasi-aplikasi yang memerlukan memori yang besar. Swap spacenya boleh lebih
dari satu buah, di mana ukuran maksimal masing-masing spasinya adalah 128 MB.
Sebagai tambahan, anda dapat memakai spasi ‘bersama’ antara Linux dan Win,
untuk file swapnya, jika anda telah mempunyai Windows terinstall. Caranya,
lihat dokumen Tips-HOWTO.
16. Pemakaian Shared Libraries.
Keuntungan dari shared libraries yaitu bahwa satu library dapat dipakai lebih
dari satu aplikasi bahkan pada saat yang bersamaan. Library tersebut merupakan
rutin-rutin umum yang sering dipakai dalam pengoperasian Linux. Tentu saja ini
mengurangi kebutuhan spasi harddisk, karena bila suatu aplikasi dicompile
secara static, biasanya mempunyai file berukuran besar- besar.
17. Tak ada segmentasi memori.
Linux dapat memakai semua memori (RAM) yang anda punyai, termasuk Virtual
Memory (Swap), tanpa ada batasan- batasan seperi Conventional Memory, HMA, UMB,
EMS dan XMS.
18. Proses Install dan Uninstall bersih
Setiap kali anda memasang aplikasi dalam Linux, paket pengatur aplikasi (RPM,
dselect, atau pkgtools) selalu mengecek dependencies (ketergantungan) antara
satu file dengan file lainnya. Jadi bila anda memakai paket pengatur aplikasi
tersebut untuk proses install atau uninstall, tak ada pesan missing file
manakala anda menjalankan aplikasi lain yang memerlukan suatu file yang telah
anda hapus (uninstall), atau tak ada lagi pesan bahwa suatu file telah
di-overwrite oleh file dengan versi yang berbeda.
19. Linux dapat dipasang berdampingan dengan Sistem Operasi lainnya, bahkan
dalam satu harddisk sekalipun.